Rasulullah bersabda yang artinya “Pekerjaan terbaik adalah pekerjaan seseorang dengan tangannya sendiri dan bisnis yang handal” (HR Ahmad bin Hanbal).
Bisnis memang merupakan pekerjaan terbaik yang direkomendasikan oleh Rasulullah SAW. Beliau sendiri adalah seorang entrepreneur sukses yang memulai karir dengan hanya menjadi penggembala dengan upah yang tidak seberapa. Dari ketekunannya terebut, beliau menjelma menjadi konglomerat muda yang mampu memberi mahar kepada istrinya berupa 100 unta, sungguh kesuksesan yang luar biasa.
Kesuksesan bisnis Rasulullah tersebut dapat kita teladani melalui beberapa hal yang dirangkum dalam 10 prinsip bisnis Rasulullah sebagai berikut :
1. Memiliki pengetahuan yang cukup
“Katakanlah, apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” (QS Az Zumar : 9)
Pengetahuan yang seharusnya dikuasai oleh pebisnis diantaranya tentang hukum jual beli dalam Islam, menguasai bidang bisnisnya, menguasai produk yang dijual dan memahami strategi pemasaran.
2. Jujur dan amanah
“Sesungguhnya para pedagang dibangkitkan pada hari kiamat sebagai orang yang berdosa kecuali mereka yang bertakwa kepada Allah, berlaku baik dalam transaksinya, dan jujur” (HR Tirmidzi)
Prinsip jujur dan amanah diterapkan dengan cara tidak berlebihan dalam mengenalkan produk, tidak menutupi baik dan buruk suatu produk, tidak mengurangi kuantitas dan kualitas, tidak mengambil keuntungan terlalu banyak serta komitmen terhadap janji.
3. Menghindari sumpah dengan nama Allah
“Sumpah menambah daya tawar barang namun menghilangkan keberkahan” (HR Bukhari).
4. Disiplin waktu
Sebagai pebisnis hendaknya dapat membagi waktu dengan baik sehingga bisnisnya tetap jalan tetapi ibadahnya juga terus meningkat.
5. Toleransi
Yang dimaksud dengan toleransi dalam bisnis adalah memberikan kemudahan dan keringanan dalam bertransaksi, tidak bersifat kaku dan memberatkan bagi koleganya.
6. Membatasi hanya bisnis halal
Allah telah memberi peringatan bahwa hal-hal yang buruk dan tidak baik biasanya akan terlihat lebih gemerlap dan lebih mudah untuk memperoleh keuntungan darinya.
7. Rapi administrasi
“Wahai orang-orang yang beriman,apabila kamu melakukan utang piutang untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menulisnya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menulisnya dengan benar” (QS Al Baqarah : 282)
8. Silaturahim
Menyambung silaturahim tidak hanya bentuk ketaatan seseorang yang bernilai ibadah di sisi Allah, namun juga merupakan salah satu pembuka pintu rezeki.
9. Banyak beristighfar dan berdoa
Sebesar apapun usaha pebisnis, akan ada saatnya ia lupa dan berbuat salah. Selain sebagai bentuk penyesalan atas segala kesalahan yang dilakukan selama bertransaksi bisnis dan memohon ampunan-Nya, istighfar juga merupakan kunci sukses.
10. Membayar zakat dan banyak bersedekah
“Wahai para pedagang, sesungguhnya dalam jual beli terdapat kata-kata yang tidak perlu dan sumpah, maka sertailah jual belimu dengan sedekah” (HR Abu Daud dan Ibnu Majah)
*Dirangkum dari buku “ 10 Prinsip Bisnis Rasulullah” yang ditulis oleh Yulia Yasin
9 dari 10 pintu rezeki adalah perniagaan. Ayo wirausahawati Nasyiah, bangkitlah! Badan Usaha Nasyiatul Aisyiyah bisa menjadi wahana pengembangan jiwa usahamu
BalasHapus